Rumah yang sudah kutinggali sejak aku lahir memang rumah tua. Atapnya memang pernah diganti sesaat setelah aku lulus kuliah lima tahun lalu. Namun kini saat setiap malam aku memperhatikannya sebelum jatuh tertidur, aku semakin sadar bahwa nyatanya rumah ini jauh lebih tua dari usiaku.
Sumur yang sudah tak dipakai lagi semakin berlumut meskipun setiap pagi aku menyikat lantainya. Tanah yang kuinjak di depan rumah, kamar mandi, pagar rumah, semua seakan sangat rapuh.
Orang tuaku yang ternyata sudah sangat berusia. Aku khawatir bahkan saat mendengar suara batuk ibuku ketika beliau lelap tertidur. Begitu juga saat membonceng bahkan melihat ayahku mengendarai motor.
Lingkungan tempat tinggalnya juga terlihat tua. Jalan-jalan sempit dan selokannya seperti sudah lelah terbujur sekian lama. Retakan di jalan dan tambalan semen di sana-sini layaknya kerutan di wajah yang semakin renta.
Sementara diriku, aku tahu umurku bertambah. Hanya saja aku merasa terkadang tak bisa mengimbangi laju waktu. Merasa muda tak selamanya terasa menyenangkan. Begitu tidak sabar dengan diri sendiri. Terkadang ingin cepat melalui hari.
Akan sampai dimana waktu bisa membawaku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar