Senin, 31 Juli 2017

Sudah Siapkah Aku?

Dua hari ini, Sabtu dan Ahad aku mengalami beberapa hal yang sungguh tidak terduga. Sabtu pagi aku mengikuti rapat sekolah. Handphone berbunyi. Tak ingin membuat suara yang mengganggu, handphone kusetting "diam". Panggilan dari nomor tak dikenal yang beberapa menghubungi tak kuhiraukan. Pesan singkat masuk, dari JN*, salah satu perusahaan pemaketan barang, menanyakan alamat rumah. "Atas nama siapa ya?" kubalas seperti itu. Sayangnya, dari sana tak kunjung membalas. Yah, sudahlah. Agenda terus berlanjut.

Sore-sore, pukul 15.00 aku bergegas ke masjid, ada taklimat harus datang kajian. Judul kajian kali itu, "Mengetuk Pintu Langit". Aku duduk di barisan paling depan. Eh, hla ketiban sampur (dapat kesempatan tak terduga) dari ustadz untuk membacakan Ali Imran ayat 122-125. Tak hanya itu, sang uztadz menanyakan namaku dan apakah sudah punya putra. Setelah mendengar jawabanku, beliau mendoakan supaya segera ditemukan dengan jodohku. Kuamini sambil tersipu, kontan wajahku menghangat. Ada hal yang membuatku pengen, yang datang kajian setelahku dapat buku tetapi aku tidak. Kuceritakan pada temanku dan tidak kusangka dia berani meminta buku ke panitia untukku. Terima kasih, berkatnya koleksi bukuku bertambah satu.

Pulang kajian aku mampir ke masjid di dekat rumah teman baikku, menyebarkan info lomba dari sekolah. Hmm, masalah lomba ini agak kurang baik situasinya. Setelah urusan selesai aku pulang. segera kutanyakan pada ayahku, paket apa yang datang hari ini. Beliau tak tahu ibuku meletakkannya dimana. Aku menebak, kemungkinan dari sahabatku yang ada di Jakarta, ngirimi buku. Ceritanya nebak sambil ngarep... Setelah aku solat, baru paket itu ketemu.

Senang sekali, aku dapat buku